Perbedaan Shut down, Sleep, dan Hibernate pada Laptop

Daftar Isi
Perbedaan Shut down, Sleep, dan Hibernate pada Laptop

AlbinusTejoS.com - Halo sobats pengguna Windows... 

Saya yakin kita semua sudah sering sekali melihat fitur basic pada Windows khususnya pengguna Notebook atau Laptop, yaitu fitur Shut down, Sleep, dan Hibernate pada Windows.

Fitur yang sangat basic, namun menurut saya sangat penting untuk dicatat di blog ini sebagai pengetahuan dan pengingat mengenai perbedaan Shut down, Sleep, dan Hibernate pada Laptop agar kita dapat selalu memilih secara tepat timing penggunaan fitur-fitur tersebut dalam keseharian kita.

Pentingnya pemilihan fitur-fitur ini adalah untuk tujuan kelancaran pekerjaan yang sedang dilakukan, misalnya sedang menulis di microsoft office word, excel, dan lainnya namun terpaksa harus meninggalkan laptop kita. 

Tentunya juga untuk meminimalisir resiko kerusakan software, atau kehilangan data yang mungkin saja bisa terjadi karena kesalahan penggunaan.


Nah, agar tidak salah memilih tentu saja kita harus mengenal fitur-fitur tersebut secara benar.

Berikut ini perbedaan Shut down, Sleep, dan Hibernate pada Laptop yang wajib kita ketahui secara benar.

Shut down

Fitur Shut down atau "Matikan" adalah fitur untuk menghentikan seluruh proses yang berjalan di semua komponen laptop kita secara total.


Pada saat kita memilih shut down artinya kita benar-benar mematikan komputer dan menghapus semua file yang disimpan sementara di RAM oleh sistem Windows kita.


Fitur ini sangat baik kita gunakan apabila kita benar-benar sudah menyelesaikan pekerjaan kita, menutup semua dokumen pekerjaan kita, dan berniat meninggalkannya dalam waktu yang lama.


Saya pribadi sangat jarang menggunakan fitur shut down ini karena pekerjaan saya tidak sering bisa dikatakan benar-benar "selesai", namun pada saat tersebut saya perlu pergi ke tempat lain untuk kemudian melanjutkan pekerjaan sebelumnya sehingga rasanya malas sekali kalau harus membuka ulang dari awal pekerjaan saya sebelumnya, terutama jika harus mencari ulang referensi yang sebelumnya sudah saya dapatkan.


Jadi saya kemudian lebih sering menggunakan fitur yang lainnya, dan menggunakan fitur shut down ini paling cepat 1 (satu) minggu sekali. 😅




Sleep

Fitur Sleep atau "Tidur" dibuat pada Windows dengan tujuan menghemat daya pada notebook kita saat kita berencana untuk tidak menggunakannya sementara waktu misalnya untuk beristirahat sejenak membuat kopi atau mengistirahatkan mata yang lelah karena lama menatap monitor.


Fitur Sleep membuat laptop beristirahat untuk menghemat daya, namun tetap mempertahankan semua pekerjaan yang sedang berjalan pada sistem, dimana saat kita siap kembali melanjutkan pekerjaan, kita biasanya cukup menekan sembarang tombol pada keyboard dan sistem akan kembali bangun dengan semua daftar pekerjaan yang sempat kita tinggal sejenak tadi.


Pada laptop yang saya pakai malahan fitur sleep ini cukup sensitif, dan terlalu mudah bangun, misalnya saat saya tidak sengaja menekan mouse eksternal, eh dia bangun... 😅


Nah, bagian "mudah bangun" ini bagi saya cukup mengkhawatirkan apabila digunakan secara tidak tepat.


Misalnya saya menggunakan fungsi sleep pada saat saya harus pindah lokasi kerja yang cukup jauh, dan harus membiarkan semua pekerjaan tetap tidak ditutup (shut down), kemudian saya harus melalui perjalanan yang cukup ekstrim misalnya jalan berlubang dan lain-lain yang mengakibatkan laptop saya harus mengalami guncangan, saat dia "terbangun" maka sistem akan berjalan normal dan itu artinya komponen laptop (hardware) juga bekerja normal, yang apabila mendapatkan guncangan atau terhentak akan berpotensi mengalami kerusakan baik hardware maupun software-nya, lebih parah lagi jika laptop kita masih menggunakan HDD (belum SSD), kerusakan HDD berarti kehilangan data bagi kita.


Meskipun kita sudah menggunakan SSD, tapi saya benar-benar tidak menyarankan (lebih tepatnya melarang) sobats semua menggunakan fitur sleep saat akan membawa laptop sobats keluar rumah.


Jadi bisa dikatakan, fitur Sleep hanya cocok digunakan apabila kita ingin beristirahat sejenak dan berencana untuk melanjutkan pekerjaan yang dilakukan sebelumnya, dan tidak berencana berpindah lokasi kerja atau masih tetap berada di tempat kerja yang sama.




Hibernate

Nah, berikutnya adalah fitur Hibernate atau "Hibernasi".


Hibernate ini mirip seperti Sleep hanya saja dia tidak mudah bangun, atau bisa dibilang laptop kita sedang dalam keadaan "setengah mati" atau "koma", namun bila dibangunkan kembali, ia akan menampilkan seluruh pekerjaan kita yang sempat kita tinggalkan sebelumnya (tetap dipertahankan seperti saat terakhir kali kita melihatnya).


Berbeda dengan saat berada di mode sleep yang bisa bangun dengan menyentuh atau menekan sembarang tombol pada keyboard, pada mode Hibernate saat kita ingin membangunkan laptop kita, kita harus menekan tombol Power.


Nah, fungsi Hibernate inilah yang sering saya gunakan di laptop saya pribadi apabila saya harus berpindah tempat atau lokasi kerja, dengan keadaan pekerjaan saya belum benar-benar selesai dan tentu saja mengharuskan si laptop tidak boleh shut down.


Dengan mode Hibernate ini, pekerjaan saya jadi tidak terganggu dan hardware dan software laptop juga relatif lebih aman meskipun dalam perjalanan ada resiko laptop terguncang atau terhentak.


Baca juga: Cara Migrasi OS ke SSD


Okay sobats, sekian catatan kali ini mengenai fitur atau mode Shut down, Sleep, dan Hibernate pada Laptop dan bagaimana kita perlu menggunakannya secara tepat sesuai keadaan, terutama untuk penggunaan berdasarkan perbedaan hibernate dan sleep yang sangat berpengaruh untuk keamanan hardware dan software laptop kita ya sobats.


Semoga bermanfaat juga untuk sobats ya...

Posting Komentar